Download PDF Converter To All

Program PDF Converter To All digunakan untuk convert file PDF ke MS Word Documents, Rich Text Documents, Plain Text Files, Images, HTML Files, and Shockwave Flash SWF Files. PDFZilla supports most of popular formats: DOC, RTF, TXT, BMP, JPG, GIF, PNG, TIF, HTML, SWF formats.

PDFZilla Key Features

Convert PDF to Word
Convert PDF to Word with all text and Graphical data.
Convert PDF to RTF
Convert PDF to Rich Text Files. You can edit all text and graphic by Windows Wordpad.
Convert PDF to TXT
Convert PDF to plain text files. You can edit text by Notepad.
Convert PDF to Images
Convert PDF to BMP, JPG, GIF or TIF files.
Convert PDF to HTML
Convert PDF to HTML files and automatically generate the Index file.
Convert PDF to SWF
Convert PDF to Shockwave Flash Animation files which can be published on websites.
Page Selection
Convert all the pages, or partial pages of PDF file.
Easy to use software
Add a PDF File -> Select the Output File Format -> Click on Start Converting button, then just have a cup of coffee

Download PDFZilla gratis klik disini
Selengkapnya...

Foto masa kecil lathif

Masa kecil. Ya, terkadang kita suka senyum-senyum sendiri kalo teringat masa kecil. Melihat bentuk fisik tubuh kita, hingga mendengar cerita-cerita unik dan lucu dari ibu.

Berikut Foto - foto masa kecil Muhammad lathif ilham







Selengkapnya...

Motivasi Diri Dengan Hati

Motivasi diri berawal dari dorongan keyakinan dalam diri sendiri untuk menang. Ini dibentuk oleh cita-cita dan impian besar yang akan memotivasi orang untuk meraihnya. Kisah orang-orang sukses bermula dari sebuah impian yang diimplementasikan dalam serangkaian aktivitas sehari-hari.

Impian pun akan bermanfaat juga untuk orang banyak. Nilai-nilai spiritualitas memancar dengan baik dalam diri orang tersebut dan menambah keyakinan bahwa Allah dekat dengan dirinya.

Selain itu, keyakinan untuk menang harus selalu tertanam dalam benak dan hati. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kita meyakini bahwa selain diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, juga diciptakan Allah untuk memberikan kemakmuran, kesejahteraan dan kemaslahatan. Oleh karena itu, akan terbentuk optimisme terhadap target keberhasilan.

Seseorang harus mempunyai cita-cita besar yang disertai keyakinan bahwa Allah dekat dan mendampingi melalui hati nurani. Dorongan hati nurani inilah akan mudah diketahui bila kita mempunyai hati yang bersih. Keyakinan bahwa Allah dekat dan sayang kepada kita akan memberikan dorongan hati nurani yang sangat besar yang pada gilirannya lahir optimisme kita untuk meraih cita-cita. Hati merupakan pembimbing terhadap apa yang harus dituju dan apa yang harus diperbuat.

Robert K. Cooper Phd memaparkan bahwa hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang terdalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi yang kita jalani. Hati mampu mengetahui hal-hal mana yang tidak boleh, atau tidak dapat diketahui oleh pikiran kita. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas serta komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita untuk melakukan pembelajaran, menciptakan kerjasama, memimpin, dan melayani.

Motivasi yang berasal dari dorongan suara hati atau hati nurani dan keyakinan bahwa Allah senantiasa dekat ini akan memancarkan nilai-nilai spiritualitas. Nilai-nilai spiritualitas dalam motivasi akan melahirkan motivasi yang positif, motivasi yang sarat dengan serangkaian langkah-langkah spiritual dan optimisme terhadap keberhasilan.

Prof. Danah Zohar dan Prof. Ian Marshall dari Harvard University dan Oxford University memaparkan tentang kecerdasan spiritual dalam bukunya “Spiritual Quotient (SQ)”. Mereka berdua menjelaskan kecerdasan spiritual berkaitan erat dengan persoalan makna hidup. Menurutnya, kecerdasan spiritual dapat menilai langkah-langkah hidup seseorang lebih bermakna dibanding orang lain. Jadi hidup tidak hanya kosong tanpa makna yang jelas.

Kemudian, Wolf Singer, Michael Persinger dan V.S Ramachandran menemukan fungsi God Spot yang terintegrasi dalam otak manusia. God Spot sebagai pembimbing manusia untuk terus menerus mencari makna hidup. Manusia yang berhasil memaknai hidup ini dengan spiritualitas akan memotivasi dirinya untuk mengambil aktivitas yang terbaik, jauh dari perbuatan mendholimi orang lain, menebarkan kebaikan dan kemakmuran dalam mencapai impian.

Sedangkan menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya “Organizational Behavior,” dalam motivasi terdapat tiga elemen utama yaitu intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam mencapai sasaran. Jadi motivasi diri akan tumbuh positif bila integritas antara intensitas, arah dan ketekunan dalam mencapai sasaran dapat terwujud.

Selain itu keyakinan bahwa Allah dekat akan melahirkan sikap optimisme yang positif terhadap keberhasilan serta menumbuhkan nilai-nilai spiritualitas yang memberikan manfaat bagi orang banyak. Impian yang dicapai pun menebarkan kemaslahatan. Direktur Eksekutif Integrative Medicine Initiative di Michigan AS, Patricia Megregan mengatakan, “Spirituality is where people find meaning in their lives. It’s something higher than themselves, though out necessarily attached to religion.”
di tulis oleh Oleh Diah Ayu Laras Putri dan M. Sigit Wahyu Kurnianto
Selengkapnya...

Tips Konsentrasi

Kunci utama yang dibutuhkan oleh kita untuk bisa berhasil pada suatu hal yang kita kerjakan adalah pada faktor konsentrasi. Jika kita bisa fokus untuk berkonsentrasi maka segala sumber daya yang kita miliki akan bisa mengalir dengan maksimal untuk tujuan yang kita butuhkan, seperti saat kita belajar, bekerja, atau pun melakukan hal apapun dengan lebih berkonsentrasi akan menghasilkan hal yang maksimal.

Sebelum mencoba menjabarkan lebih lanjut lagi, coba secara sederhana saya akan menjabarkan apa itu konsentrasi. Konsentrasi adalah fokus atau pemusatan fikiran kita terhdap suatu hal yang kita kerjakan dengan mengenyampingkan hal yang lain. Dan perlu diketahui bahwa tiap orang mempunyai level konsentrasi yang berbeda.

Dalam tulisan ini pertama saya akan mencoba menjelaskan beberapa faktor yang menurut saya dapat menyebabkan kita tidak bisa konsentrasi atau yang menghambat konsentrasi
1. Belum memiliki tujuan terhadap apa yang dikerjakan
2. Kekurangan minat terhadap sesuatu yang dikerjakan
3. Urusan-urusan kecil atau fikiran-fikiran yang melintas dalam otak sehingga sering
memecah perhatian yang sedang dipusatkan Gangguan kesehatan atau keletihan.
4. Tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.
5. Rasa Bosan
6. Kondisi Fisik yang menurun atau Rasa Lelah
7. Lingkungan yang tidak mendukung (berisik, Lingkungan berantakan, atau gangguan-
gangguan yang tidak perlu)

Setelah mengetahui beberapa hambatan yang dapat membuat kita tidak konsentrasi, saya akan coba menjabarkan bagaimana kita untuk bisa berkonsentrasi.
1. Berdoa kepada Tuhan YME
2. Tetapkan target yang akan kita capai dalam melakukan sesuatu, dan berikan
kejelasan batas waktu yang akan kita kerjakan
3. Persiapkan segala sesuatu sesuai dengan yang kita lakukan (persiapan yang matang)
4. Memberikan tantangan kepada diri Anda untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.
(Beri semangat dan motivasi diri)
5. Pusatkan perhatian hanya pada pekerjaan yang sedang anda lakukan. Usahakan saat
mengerjakan suatu tugas, jangan memikirkan hal lain yang tidak ada hubungannya
dengan pekerjaan.
6. Jangan biarkan mata Anda menatap berkeliling, tetapi jaga agar tetap menatap ke
arah pekerjaan Anda,kita harus mengawasi pikiran kita secara sadar dan mencegah
diri kita agar tidak terpengaruh gangguan apapun yang dapat mempengaruhi
konsentrasi kita
7. Hindarkan diri anda dari gangguan-gangguan yang tidak perlu seperti interupsi
telpon yang tidak penting, obrolan rekan kerja anda, dan tamu tak diundang.
8. Disiplin pada waktu.
9. Perhatikan Kondisi Fisik, jika perlu tetapkan waktu istirahat untuk memulihkan
kelelahan dalam berkonsentrasi.

Kemampuan konsentrasi bukan bakat yang diperoleh sejak lahir tapi kebiasaan yang dapat dilatih. Pada dasarnya konsentrasi adalah akibat dari perhatian yang ditimbulkan secara sadar oleh seseorang. Setiap orang dengan melatih diri dan mengembangkan minatnya dapat meningkatkan kemampuan konsentrasinya sehingga menjadi kebiasaan yang mudah dilakukan sewaktu-waktu diperlukan. konsentrasi memiliki manfaat yang luar biasa terhadap hidup kita. Konsentrasi dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan ketenangan pikiran.

Konsentrasi adalah merupakan suatu aktivitas. Tentu saja, semakin kita praktekkan dan latih, akan semakin baik pula kemampuan konsentrasi kita. Kita tentunya tidak mengharapkan untuk bisa menjadi hebat tanpa pelatihan. Sama juga halnya dengan konsentrasi. Konsentrasi adalah seperti otot tubuh, semakin kita melatihnya, maka akan semakin kuat pula jadinya. Memang tidak ada latihan khusus yang spesifik untuk konsentrasi, namun hidup memberikan begitu banyak kesempatan bagi kita untuk melatih konsentrasi. Kuncinya adalah untuk selalu mengambil kesempatan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi. Semoga tulisan ini dapat membantu anda dalam meningkatkan konsentrasi. (EA)
Selengkapnya...

Membakar Fighting Spirit (semangat berjuang) Anda

“Tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menggantikan ketekunan dan keteguhan hati. Itulah kunci sukses.” (Calvin Coolidge)

Bulan ini, kita baru saja mengenangkan jasa para pahlawan. Salah satu ciri utama seorang pahlawan adalah semangat perjuangannya. Semangat berjuang inilah yang mengantar bangsa ini mewujudkan cita-cita kemerdekaannya.

Sementara itu, kalau kita melihat kilas jejak orang-orang sukses, kita menemukan satu benang merah. Benang merah itu tak lain adalah fighting spirit (semangat juang) untuk mencapai kesuksesan itu. Fighting spirit sangat dekat dengan semangat berkompetisi secara luar biasa. Hampir semua orang yang berprestasi memiliki fighting spirit yang membuat mereka unggul.

Nah, bagaimana kualitas fighting spirit Anda dalam merengkuh kesuksesan? Marilah kita simak bersama. Thomas Alva Edison dikenal sebagai ilmuwan dan penemu luar biasa. Namun, kalau kita lihat latar kehidupannya, Edison bukanlah orang yang cerdas-cerdas amat. Dia gagal mengenyam pendidikan sampai selesai.

Diperkirakan IQ-nya hanya sekitar 110 sampai 120. Tuli sejak usia 11 tahun. Dia akrab dengan beragam penolakan. Namun, dia tidak pernah patah arang. Sampai-sampai di laboratorium, dia menggoreskan catatan kecil. Katanya,” Kalau tidak ada pabrik yang mau membuat penemuan saya, sayalah yang akan membuat pabrik itu.” Baginya, pabrik atau mati. Nah, semangat ini mirip adagium para pahwalan kita: merdeka atau mati.

Sosok inspiratif lain adalah Napoleon Bonaparte. Setelah kalah perang, Napoleon dibuang ke Pulau Elba. Di masa pembuangan itu, Napoleon menuliskan kegeramannya. “Sejak kecil saya tidak bisa berada di tempat lain selain berada di kelas teratas,” katanya. Menurut kesaksian istrinya Josephine, Napoleon tidak bisa menerima kekalahan kecil. Bahkan, dalam permainan catur sekalipun. Dia akan berupaya keras memenangi permainan.

Tak disangkal, semangat fighting spirit inilah yang membuat hasil- hasil dan prestasi yang luar biasa diciptakan. Tanpa semangat ini, kita hanya akan berakhir dengan rekor yang biasa-biasa dan sedang- sedang saja. Mudah berpuas diri. Namun, semangat menjadi pemenang itulah yang menciptakan rekor -rekor dunia dan berbagai hal yang dianggap ‘tidak mungkin’ dapat dipatahkan.

Fighting spirit adalah semangat untuk berjuang tanpa mengenal menyerah. Keinginan untuk membuktikan bahwa kita bisa menjadi jauh lebih baik, bahkan bisa tampil menjadi pemenang meskipun harapan yang ada tampaknya tipis sekali. Bicara tentang hal ini, salah satu contoh yang baik adalah tatkala kita menonton film pertarungan Rocky Balboa dalam film-film Rocky. Pertarungan yang diberikan Rocky adalah salah satu contoh yang baik dari makna fighting spirit.

Fighting spirit ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani. Fighting spirit mampu membuat kita mencapai level tertinggi dalam prestasi kita. Hal ini berarti, kita tidak mudah menyerah dalam bisnis yang kita jalani. Meski bertebaran komentar-komentar buruk di sekeliling kita.

Tak patah arang

Tidak mudah patah arang saat di mana orang lain menyerah. Berani menantang diri. Rela berkorban serta memberikan diri secara total untuk mencapai suatu rekor prestasi. Dalam hal meraih tujuan bisnis, membuktikan kualitas kerja, melebihi standar kebutuhan klien, semuanya bisa kita capai dengan fighting spirit yang tinggi. Semangat ini akan membuat orang bekerja secara tuntas dan prima.

Saya teringat kisah fighting spirit yang luar biasa dari seorang agen asuransi. Saat itu, cita-citanya adalah bisa membawa kedua orangtuanya ke luar negeri. Satu-satunya cara adalah memperoleh tiket mengikuti konferensi di luar negeri, sehingga dia bisa membawa orang tuanya.

Waktu untuk memenuhi target tinggal 2 bulan. Terlalu pesimistis, dan kebanyakan agen pasti mengatakan bahwa dalam dua bulan angkanya terlalu sulit dicapai. Namun, tidak demikian dengan rekan saya tersebut. Dia membulatkan lagi cita-citanya. Memetakan lagi rencananya. Lalu, mulai berjuang siang dan malam.

Waktu luangnya betul-betul ia pakai untuk mewujudkan cita-citanya itu. Dan tatkala diumumkan siapa-siapa yang berhasil mengikuti konferensi itu pada akhir tahun, namanya tercantum di situ. Dia berlutut ke tanah, menangis penuh kebahagiaan.

Kisah lain yang cukup mengesan adalah Michael Jordan, maestro dunia basket. Dirinya adalah bintang sejati yang tidak bisa menerima tantangan. Sampai-sampai pada 1998, Jordan berkata kepada reporter sebelum musim NBA mulai, “Kalau tidak ada tantangan, rasanya saya tidak bisa menunjukkan kepiawaian saya”.

Bahkan, pernah ketika pelatih dari New York Knick mengejeknya bahwa Jordan berusaha berbaik-baik dengan pemainnya untuk mendapatkan keuntungan di lapangan. Jordan begitu terbakar semangatnya, sehingga dia melumatkan the Knicks dengan kemenangan telak unggul 53 skor. Sebuah skor kemenangan yang fantastis.

Di bidang apa pun, para pahlawan dan orang-orang sukses ini menjadi saksi pentingnya fighting spirit ini. Tunjukkan bahwa kita tidak menerima begitu saja kritikan dan cercaan orang pada apa yang kita lakukan. Bahkan tunjukkan kita bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik.

Jangan pula gampang menyerah sebelum pertandingan betul-betul usai. Selama masih ada waktu, kita masih punya peluang untuk meraih kemenangan dalam diri kita. Itulah yang kita pelajari dari Edison, Napoleon, Rocky Balboa, si agen asuransi serta Michael Jordan. Tanyakan sekali lagi, seberapa tangguh Anda telah berjuang?

Membakar Fighting Spirit (semangat berjuang) Anda oleh Anthony Dio Martin
Selengkapnya...

Kepompong

Sebuah kepompong terlihat merekah kecil. Sebintik kepala berusaha mengeluarkan dirinya. Perlahan-lahan, kepala itu keluar sedikit demi sedikit dari kepompong. Sementara kupu-kupu tersebut berjuang untuk mengeluarkan dirinya, seorang laki-laki memperhatikan dengan seksama semua kejadian itu. Keingintahuan laki-laki itu membuatnya tetap bertahan memperhatikan bagaimana perjuangan kupu-kupu itu keluar dari kepompongnya.

Lama setelah berjuang membebaskan dirinya, tiba-tiba kupu-kupu itu berhenti. Padahal belum seluruh tubuhnya keluar dari kepompong. Melihat keadaan itu, laki-laki tadi merasa kasihan. Dia kemudian mengambil gunting dan memperbesar lubang tempat keluar kupu-kupu. Dengan cara itu, kupu-kupu tadi dapat keluar dengan mudah dari kepompongnya.

Tapi.apa yang terjadi? Ternyata, badan kupu-kupu itu penuh berisi cairan. Dia tunggu sampai lama, ternyata kupu-kupu itu tidak pernah dapat terbang sebagaimana dia inginkan ketika membantunya keluar dari kepompong. Satu hal yang tidak diketahui laki-laki tadi, dengan cara keluar dari kepompong melalui lubang yang kecil, sebenarnya Tuhan sedang memaksa agar cairan di kupu-kupu itu mengalir ke sayap-sayapnya. Seharusnya, jika kupu-kupu itu dibiarkan berjuang secara alami, dia akan dapat segera terbang setelah seluruh tubuhnya keluar dari kepompong.

*****

Terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu baik disisi Alloh Swt, dan sebaliknya yang menurut kita buruk belum tentu buruk di sisi Nya. Alloh Swt, sangat mengetahui apa yang di butuhkan oleh hambanya. DIA mempunyai cara-cara yang misterius yang terkadang akal dan pikiran kita tidak dapat menangkapnya. Semua yang berlaku pada diri kita, sesungguhnya adalah sarana tarbiyah bagi kita dalam rangka peningkatan derajat di sisi-Nya, tinggal kita senantiasa melakukan intropeksi terhadap berbagai aktifitas kita, apakah aktifitas kita menjadi jalan atas ke ridhoan-Nya atau justru menjadi penyebab atas kemurkaan-Nya. Kemudian kita bersabar, dan bertawakal atas segala ketentuan-Nya, dan tetap senantiasa untuk meluruskan niat, dan juga menyempurnakan ikhtiar. Wallahualam Bishawab.
Selengkapnya...

Pribadi To Do, To Have, atau To Be?

“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo)

Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

Fase pertama, fase to do. Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.

Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa- apa?

Fase kedua, fase to have. Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak- banyaknya.

Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.

Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra- sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.

Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkawinan, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.

Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.

Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya.

Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

Fase ketiga, fase to be. Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik.

Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.

Memaknai hidup

Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.

Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.

Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?”

Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India.

Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!

Sumber: Pribadi To Do, To Have, atau To Be? oleh Anthony Dio Mar
Selengkapnya...

Bangkit Dari Keterpurukan

“Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangkit kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan.” ~ Joseph Sugarman

Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan. Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja menyeret kita dalam keterpurukan. Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya.

Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus diperbaiki, kembali menyusun dan melaksanakan rencana dengan lebih baik.

“Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn what doesn’t work; and second, the failure gives you the opportunity to try new approach. – Ingatlah 2 keuntungan yang kita peroleh dari kegagalan. Yang pertama adalah mempelajari apa yang tidak berjalan dengan baik; dan kedua adalah menjadi kesempatan bagi kita untuk mencoba pendekatan baru,” kata Roger Van Oech.

Menurut Roger, tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali, Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, dan lain sebagainya, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan.

Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:
1. Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.
2. Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.
3. Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan.

Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat.

Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi. “Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fail. – Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal,” cetus Confucius.

Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras.

Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami? Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan, kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik. Dengan demikian Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang lebih mulia atau belum.[aho]

Sumber: Bangkit Dari Keterpurukan oleh Andrew Ho, motivator,
pengusaha, dan penulis buku-buku bestseller.
Selengkapnya...

Kisah Si Penebang Pohon

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang.

“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.

Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

“Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu”

Istirahat bukan berarti berhenti.

“Er Shi Yao Zou Geng Chang De Lu”

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!

Sumber: Kisah Si Penebang Pohon oleh Andrie Wongso
Selengkapnya...

Jadilah Magnet Atas Suksesmu

Sekarang ini, di mana-mana begitu ramai dibicarakan The Secret, buku yang ditulis oleh penulis kelahiran Australia Rhonda Byrne. Buku yang menggemparkan ini telah memopulerkan nama Rhonda Byrne dan menobatkan dirinya menjadi salah satu perempuan berpengaruh di dunia saat ini. Apakah yang menarik dari buku The Secret ini? Intisari The Secret adalah The Law of Attraction atau hukum daya tarik. Inti dari hukum daya tarik ini adalah like attract like. Artinya, sesuatu akan menarik sesuatu yang mirip dengannya. Jadi, saat kita memikirkan sesuatu, dikatakan bahwa kita sedang menarik sesuatu itu ke arah diri kita.

Bayangkanlah seorang ibu yang seringkali mengalami kecopetan. Masalahnya, setiap kali ke pasar, ia selalu membayangkan dan dihantui bayangan para pencopet. Setiap kali mengalami kecopetan, ia semakin ketakutan dan semakin membayangkan hal itu terjadi lagi berulang kali. Pikiran si ibu itu menjadi magnet bagi para pencopet untuk mendekatinya.

Di sisi lain, ada seorang mahasiswa teologi yang mengatakan saat dirinya melancong ke luar negeri, ia tidak memiliki tabungan cukup dan tidak kenal siapa pun. Modalnya hanya berdoa dan membayangkan jalan mulus membentang di hadapannya. Anehnya, banyak kemudahan dan jalan ‘bantuan’ datang menghampirinya saat ia membutuhkan.

Dalam hukum daya tarik ini, pikiran kita bereksistensi ibarat magnet. Pikiran kita memiliki getaran frekuensi yang kita pancarkan ke sekeliling kita. Akibatnya, getaran ini mulai memengaruhi lingkungan sekitar kita dan mulai menarik alam semesta (universe) terkait berbagai hal kembali kepada diri kita.

Jadi, kalau getaran frekuensi yang kita pancarkan merupakan getaran kesuksesan dan kebahagiaan, alam semesta akan mengatur kesuksesan dan kebahagiaan itu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Sebaliknya, bila yang kita pikirkan adalah marabahaya, maka kemungkinan besar hal- hal yang tidak kita inginkan itulah yang bakalan menghampiri kita.

Mendukung mimpi

Seperti dikatakan DR.Joe Vitale, salah seorang pembicara dan penulis yang turut memberikan kontribusi dalam buku The Secret, “Alam semesta akan mulai mengatur dirinya, untuk membuat apa pun yang terpikirkan olehmu, mulai termanifestasikan bagi dirimu”.

Persis seperti pesan Sang Alkemis, novel spiritual Paulo Coelho. Di sana, dikisahkan tentang Santiago, seorang bocah penggembala domba dari Padang Andalusia, yang mengelana mewujudkan mimpi-mimpinya. Pesan utamanya, “Orang yang meyakini seluruh mimpi-mimpinya, maka seluruh alam semesta akan membantunya dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan.”

Bayangkan dengan mereka yang phobia dengan cecak dan takut kalau- kalau ada cecak. Akibatnya, jutsru mereka ‘menarik’ cecak di mana- mana. Demikian pula yang takut kegagalan, justru mereka menarik energi kegagalan dalam diri mereka. Sebaliknya, kalau kita menarik kekayaan, kesuksesan, uluran tangan, dan kebahagiaan, maka itulah yang akan tertarik ke arah dirimu.

James Ray, salah satu pemikir terkenal dan kontributor buku ini memakai metafora menarik. Bayangkanlah dunia ini seperti kisah lampu Aladin dalam dongeng 1001 Malam. Bayangkan, saat dirimu membutuhkan sesuatu dirimu tinggal menggosok lampunya, maka akan muncul jin ajaib dan berkata pada Anda, “Your wish is my command” (harapan Anda adalah perintah untuk saya). Bayangkanlah alam semesta mengatakan hal tersebut kepada diri Anda.

3 Langkah

Ada tiga langkah dalam proses the Law of Attraction ini. Ketiga langkah tersebut mencakup keberanian meminta (ask), keyakinan akan menerima (believe), dan kemampuan dan perasaan telah menerima (receive). Kalau dicermati prosesnya kembali, maka dikatakan, segala sesuatu dimulai dari keinginan dan kemauan kita untuk meminta dan mengharapkan hal yang positif terjadi dalam hidup kita.

Seperti dikatakan Jack Canfield dalam bukunya The Aladdin Factor, “Jika kamu tidak pernah meminta, maka kamu tidak akan pernah menerimanya”. Setelah meminta, maka dibutuhkan keyakinan bahwa kita bisa menerimanya.

Banyak orang meminta sesuatu, tetapi kemudian menjadi ragu-ragu sehingga apa yang ada tidak betul-betul termanifestasikan. Tanpa sadar terjadi energi ‘penolakan’ akibat keragu-raguannya.

Langkah terakhir adalah kemampuan kita untuk menerima atau, kalaupun belum terasakan sekarang, tetapi merasa telah mulai dalam proses menerima apa yang diharapkan. Masalahnya, banyak orang tidak sabar dan berhenti saat apa yang diharapkan tidak langsung terjadi. Otak membutuhkan penyesuaian dan alam semesta membutuhkan waktu mewujudkannya, tetapi kita sendiri harus meyakininya.

Lagi pula, penting pula kita untuk mendoakan dan mengharapkan bantuan tangan dan izin Tuhan sehingga apa yang kita pikirkan terwujud. Sebab, bagaimanapun hukum ini kita imani berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, doa dan keyakinan atas berlakunya the law of attraction ini tetaplah menjadi hal penting.

Akhirnya, the law of attraction ini mengingatkan kita satu hal penting. Marilah kita selalu sadar dengan apa yang kita pikirkan. Hal ini akan menjadi sebuah medan magnet yang luar biasa.

Bayangkan, melalui pikiran itulah kita sedang membuat lukisan kehidupan kita sendiri. Kesimpulannya, kita, adalah apa yang kita bayangkan setiap hari.

Sumber: Jadilah Magnet Atas Suksesmu oleh Anthony Dio Martin, Director HR Excellency
Selengkapnya...

Teknologi Ikhlas

Teknologi Ikhlas
MENGEMBALIKAN KESEMPURNAAN MANUSIA


Sempurna adalah hak ilahiah manusia. Sayang, kita sendiri telah melupakannya sehingga kian jauh dari Tuhan.
Teknologi Ikhlas mengembalikan hak tersebut agar kita.kembali menjadi manusia sempurna.

Semua orang tahu, Tuhan — melalui berhagai kitah suci — menyatakan bahwa manusia adalah makhluk ciptaannya yang paling sempurna. Di dalam Al Quran surat Al Isra ayat 70, misalnya, Dia menegaskan bahwa "... dan Kami telah Iebihkan mereka di antara makhluk-makhluk yang telah Kami dptakan dengan kelebihan yang sempurna."

Selain itu, dalam Kitab Bhagavad Gita, Sang Khalik juga menandaskan bahwa manusia "... telah dibersihkan jiwanya dari segala ketidaksempurnaan, ia telah dapat menghancurkan segala rasa ragu, ia dapat mengontrol jiwa dan akan mengalami ketenteraman selamanya.

Dengan kata lain, sempurna adalah fitrah kita sebagai manusia. Sempurna, adalah 'hak' kita. Harusnya, tentu saja, kita - sebagai manusia ciptaan-Nya - percaya akan hal itu. Anehnya, kita merasa sebaliknya. Kita selalu merasa punya banyak kekurangan: kurang bahagia, kurang sukses, kurang sehat, kurang kaya, kurang khusuk dalam beribadah, dan lain sebagainya. Kekurangan yang tentu saja membuat kesempurnaan kita sebagai manusia tereduksi.

Beberapa perasaan kekurangan itu akhirnya memunculkan Nafsu (sifat yang jauh lebih rendah dari sifat Tuhan) yang mendorong manusia untuk bertindak tidak semestinya. Merasa kurang bahagia adalah alasan manusia untuk berselingkuh, mabuk, dan mencoba narkoba. Merasa kurang sukses mensahkan manusia berbuat bohong, menipu, licik. Merasa kurang kaya membuat manusia mencuri dan korupsi.

Mengapa kita menjadi seperti itu? Mengapa kita semakin menjauh dari fitrah kita? Menurut pakar self developmetit penemu "Teknologi Ikhlas", Erbe Sentanu, semua itu terjadi karena berbagai prasangka dan pikiran negatif yang dari waktu ke waktu tanpa disadari merasuk ke dalam hati kita. "Inilah yang menyebabkan manusia berangsur-angsur lupa (tidak yakin atau tidak percaya lagi) akan sifat kesempurnaan (kebaikan/kelebihan/keunggulan potensi) dirinya. Apalagi kenyataan justru mcnunjukkan bukti dari berbagai pikiran negatif tersebut, sehingga manusia lebih yakin akan ketidaksempurnaannya," papar Erbe.

Kita tentu masih ingat bagaimana dari waktu ke waktu kita dicekoki dcngan paham 'Wanita itu kaum lernah", "hidup itu sulit", "menikah itu berat", "hantu itu menyeramkan", dan sebagainya. Pemahaman-pemahaman tersebut, kata Nunu - sapaan akrab Erbe Sentanu, mengendap ke dalam pikiran bavvah sadar, dan lama-lama benar-benar mewujud ke dalam pengalaman hidup kita.

Teknologi Ikhlas

Untuk mengernbalikan fitrah kita sebagai makhluk paling sempurna tersebut, Nunu telah mcndesain sebuah teknologi yang diberi nama Teknologi Iklilas. "Manusia tak perlu disempurnakan, karena kesempurnaan sudah ada dan selalu akan menjadi milik manusia selarnanya. Yang perlu dilakukan hanyalah menghapus berbagai sifat ketidak-sempurnaan yang sudah terprogram di dalam hati atau bawah sadar kita. Maka secara otomatis Anda akan kembali inerasa dan niulai menikmati kehidupan surgawi yang penuh dengan kesempurnaan," urai Nunu.

Ikhlas adalah kompetensi tertinggi manusia yang dipedomankan oleb Tuhan agar dimiliki setiap manusia yang berkeinginan untuk berhasil meraih kesuksesan puncak, kesehatan optimal, dan kebahagiaan tertinggi lahir batin, dunia-akhirat - dengan mudah. Sedangkan 'teknologi' adalah aplikasi praktis penerapan ilmu pengetahuan untuk memudahkan berbagai tugas kehidupan manusia sehari-hari.

Dan seperti semua teknologi, kata Nunu, Teknologi Ikhlas juga bersifat otomatis. .Anda tidak perlu mempercayainya untuk mcmperoleh man-aatnya. Seperti Anda tidak perlu percaya pada kinerja handphone ketika Anda akan mengirim sms; cukup lakukan prosedurnya dengan benar dan klik send.
Jadi, dengan menerapkan prosedur teknologi ini dengan benar, apa pun keinginan atau doa Anda dapat Anda raih dengan jauh lebih mudah. Jika Anda masih belum nicndapatkan yang Anda inginkan berarti Anda hanya perlu menyempurnakan prosedur keikhlasan tersebut di dalam pikiran dan hati Anda.

Step menuju ikhlas

Dalam Teknologi Ikhlas diperlukan dua upaya nntuk mengakses keikhlasan kita di dalam hati, yaitu dengan brainwave management (meng-upgrade otak dan pikiran) dan heartwave management (meng-upgrade jantung dan perasaan).

Brainwave management diperlukan dalam mengenali dan mengatur gelombang otak untiik melakukan berbagai aktivitas sehingga bisa mencapai hasil yang maksimum. Ini merupakaii jalan untuk masuk ke dalam sumber kekuatan bawah sadar sehingga kita bisa menghapus pikiran atau kebiasaan negatif yang sudah tertanam di sana.

Heartwave management diperlukan dalam mengakses jantung dan perasaan nntuk membuang segala bentuk nafsu kita dan mengubahnya menjadi perasaan ikhlas. Ini pada akhirnya akan membuat proses pencapaian kesuksesan menjadi begitn sederhana, mudah, sekaligus menenteramkan.

Intinya, jelas Nunu, kita harus terampil untuk masuk ke bawah sadar kita lalu membongkar semua program negatif yang sudah tertanam di sana. Kemudian kita juga harus menghilangkan semua keinginan, nafsu, kesombongan, dengki, amarah, dan perasaan negatif lain yang bersemayam di hati dan mengubahnya menjadi ikhlas. "Tanda-tanda ikhlas adalah kalau kita sudah bisa mengubah perasaan negatif tersebut menjadi perasaan nyaman, daniai, cinta, syukur, dan bahagia," jelas Nunu.

Dengan teknologi yang mudah untuk diaplikasikan pada semua bidang/kegiatan kehidupan ini, ujar Nunu lagi, manusia akan secara pasti mampu mengarah kembali kepada fitrah kemuliaan dan kesempurnaannya seperti yang telah disampaikan Tuhan.
Selengkapnya...

Renungan - Hidup Setelah Mati

Sesaat setelah rohku berpisah dengan jasad, yaitu ketika aku mulai memasuki alam kehidupan yang baru, apakah aku dapat tersenyum menjumpai malaikat yang memberikan salam kepadaku :

1. Wahai anak Adam, engkaukah yang meninggalkan dunia atau dunia yang
meninggalkanmu ?
2. Wahai anak Adam, engkaukah yang merengkuh dunia, atau dunia yang merengkuhmu ?
3. Wahai anak Adam, engkaukah yang mematikan dunia, atau dunia yang mematikanmu ?

Ketika jasadku digeletakkan menunggu untuk dimandikan, mampukah aku menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan malaikat kepadaku :

1. Wahai anak Adam, dimanakan tubuhmu yang kuat itu, mengapa kini engkau tidak
berdaya ?
2. Wahai anak Adam, dimanakah lisanmu yang lantang dulu, mengapa kini engkau
terdiam ?
3. Wahai anak Adam, dimanakah orang-orang yang dulu mengasihimu, mengapa kini mereka
membiarkanmu tergeletak sendirian tanpa daya ?

Sewaktu mayatku dibaringkan diatas kain kafan, siap dibungkus, mampukan aku menuruti apa yang dikatakan malaikat :

1. Wahai anak Adam, bersiaplah engkau pergi jauh dari tanpa membawa bekal!
2. Wahai anak Adam, pergilah dari rumahmu dan jangan kembali!
3. Wahai anak Adam, naikilah tandu yang tidak akan pernah engkau nikmati lagi
setelah itu!

Tatkala jenazahku dipikul diatas keranda, sanggupkah aku bersikap anggun seperti seorang raja yang di tandu prajurit, ketika malaikat berseru kepadaku :

1. Wahai anak Adam, berbahagialah engkau apabila engkau termasuk orang-orang yang
bertobat
2. Wahai anak Adam, berbahagialah engkau apabila selama didunia engkau selalu taat
pada perintah Allah dan Rasul-Nya!
3. Wahai anak Adam, berbahagialah engkau apabila yang menjadi teman abadimu dialam
kubur adalah ridho Allah, celakalah enagkau apabila teman abadimu adalah murka
Allah!

Ketika aku di baringkan untuk di Sholati, akankah diriku mampu bersikap manis tatlaka malaikat berbisik ditelingaku :

1. Wahai anak Adam, semua perbuatan yang telah engkau lakukan akan engkau lihat
kembali
2. Wahai anak Adam, apabila selama ini engkau tenggelam dalam amal soleh, maka
bergembiralah
3. Wahai anak Adam, apabila selama ini engkau tenggelam dalam kemaksiatan menuruti
nafsu, maka sambutlah penderitaan akibat keenggananmu mengabdi kepada-Nya!

Sewaktu jasad ku berada ditepi kubur siap untuk diturunkan ke liang lahat, akankah lidahku kelu menjawab pertanyaan malaikat yang berbisik lirih :

1. Wahai anak Adam, kedamaian apakah yang engkau bawa untuk menempati rumah cacing
ini ?
2. Wahai anak Adam, cahaya apakah yang engkau bawa untuk menempati rumah yang gelap
ini ?
3. Wahai anak Adam, siapakah temanmu yang kau ajak menemanimu dalam penantian
panjang ini?

Tatkala aku sudah diletakkan di liang kubur, masih mampukah aku tersenyum menjawab ucapan selamat datang yang disampaikan bumi kepadaku :


1. Wahai anak Adam, ketika berada di punggungku engkau bergelak tawa, kini setelah
berada di perutku apakah engkau akan tertawa juga ataukah engkau akan menangis
menyesali diri ?
2. Wahai anak Adam, ketika berada di punggungku engkau bergembira ria, kini setelah
berada di perutku apakah kegembiraan itu masuh tersisa ataukah engkau akan
tenggelam dalam duka nestapa?
3. Wahai anak Adam, ketika berada di punggungku engkau bersilat lidah, masih kah
kini engkau bernyanyi ataukah engkau akan diam membisu seribu bahasa bergelut
dengan penyesalan ?

Setelah aku sendiri terbujur kaku dihimpit bumi tanpa daya dalam liang lahat, sementara sanak keluargaku beserta teman-teman karibku pulang kerumahnya masing-masing, akankah kecemasan menguasai diriku ketika Allah SWT berfirman : “Wahai hamba-Ku, sekarang engkau terasingkan sendirian. Mereka telah pergi meninggalkan engkau dalam kesempitan dan kegelapan. Padahal dulu engkau membangkang tidak mau taat kepada-Ku semata mata untuk kepentingan mereka. Balasan apa yang engkau peroleh dari mereka ? Masih pantaskah engkau mengharapkan surga-Ku?”
Selengkapnya...

KEMATIAN DAN HIDUP SETELAH MATI

Ada orang yang menganggap bahwa kematian adalah akhir segalanya. Padahal, kematian hanyalah jembatan antara kehidupan di dunia dengan hidup di akhirat. Kematian seolah pintu gerbang kehidupan setelah mati.

Di seberang pintu gerbang ini, yaitu kehidupan di akhirat, kita akan memasuki surga atau neraka tergantung pada iman kita yang murni pada keesaan Allah dan ridha Allah atas amal perbuatan kita di dunia ini.

Kematian hanyalah akhir dari suatu jangka waktu saja
. Kematian sama dengan membunyikan bel di sekolah, yang menandai berakhirnya ujian. Allah memberi jangka waktu yang berbeda untuk menguji setiap manusia. Ada yang diberi waktu tiga puluh tahun, ada pula yang menikmati hidup selama seratus tahun. Seperti halnya Allah memutuskan tanggal lahir kita, yang merupakan awal ujian kita, Allah memutuskan pula waktu berakhirnya jangka waktu tersebut. Dengan kata lain, hanya Allah yang tahu pada umur berapa kalian akan meninggal.
BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA MEMIKIRKAN KEMATIAN?
Kematian, yaitu berakhirnya masa ujian kita di dunia ini, adalah sumber kebahagiaan dan kenikmatan bagi orang beriman. Kita hampir tidak pernah menyesali orang yang berhasil melalui ujian, bukan? Merasa berduka karena seseorang meninggal sama saja lucunya. Mungkin benar kalian kehilangan kerabat dekat atau seseorang yang kalian cintai. Namun, orang yang beriman mengetahui bahwa kematian pasti bukanlah perpisahan abadi, dan bahwa seseorang yang meninggal hanya sekadar menyelesaikan masa ujian di dunia ini. Dia tahu bahwa di akhirat, Allah akan mengumpulkan kaum Muslimin yang hidup menurut perintah-Nya dan memberi mereka balasan surga. Dalam hal ini, mereka akan merasakan kebahagiaan besar, bukan rasa penyesalan.

Allah bisa mengambil jiwa kita kapan pun. Oleh sebab itu, kita harus berjuang untuk memperoleh ridha Allah.

Kesimpulannya, kematian bukanlah akhir, melainkan sebuah gerbang yang mengantar kita menuju akhirat. Kehidupan di akhirat adalah kehidupan sesungguhnya yang akan abadi, dan kita perlu bersiap-siap untuk itu. Apakah kalian berpikir bahwa seseorang yang menjalani ujian ingin tetap dalam ujian itu selamanya? Tentu tidak. Dia hanya ingin menjawab pertanyaan dengan benar, lalu meninggalkan kelas.

Di dunia ini pun, seorang manusia harus berjuang untuk melalui ujiannya, mendapatkan ridha Allah, dan mencapai surga-Nya.

Dalam dunia ini, tujuan terpenting manusia haruslah untuk mencintai Allah dan mendapatkan ridha-Nya. Hal ini karena Allah, Yang Maha Penyayang, mencintai kita dan melindungi kita di segala waktu. Salah satu ayat Al Qur'an, yang menyebutkan perkataan salah seorang nabi, berbunyi:
“…Tuhanku adalah Pelindung segalanya.” (QS Hud: 57)
AKHIRAT
Allah menggambarkan sifat sementara dunia ini dalam banyak ayat Al Qur'an dan menegaskan bahwa tempat tinggal manusia yang sebenarnya adalah di akhirat. Manusia yang diuji di dunia ini suatu hari akan diambil melalui kematian, sehingga memulai kehidupan barunya di akhirat. Inilah hidup tanpa akhir. Di kehidupan yang abadi, jiwa manusia tidak akan hilang. Allah menciptakan nikmat yang tak terhingga di dunia ini. Dia menciptakan kehidupan di dunia ini untuk melihat bagaimana kita berbuat untuk mensyukuri nikmat yang kita peroleh. Sebagai pahala atau siksa, Allah juga menciptakan surga dan neraka.

Allah memberi tahu kita bagaimana seseorang diberi balasan di akhirat, di hadapan Allah:
Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (QS Al-An’am: 160)

Allah Maha Penyayang kepada manusia. Dia memberi mereka pahala dengan berlimpah. Tetapi orang yang memperoleh siksa hanyalah dibalas sesuai dengan kejahatan mereka. Allah tidak menzalimi siapa pun. Manusialah yang mungkin memperlakukan orang lain dengan tidak adil. Di dunia ini, seseorang yang berdosa bisa saja menipu atau menyesatkan orang lain, tetapi di akhirat, jika dia tidak beriman kepada Allah dan keesaan-Nya, Allah pasti akan menghukumnya, dan jika dia adalah seorang Muslim, Allah mungkin akan menghukum atau memaafkannya. Allah Maha Melihat dan Mendengar segalanya, sehingga Dia membalas segala perbuatan.

SURGA DAN NERAKA
Surga dan neraka adalah dua tempat terpisah. Di kedua tempat ini manusia akan menghabiskan kehidupannya setelah mati. Al Qur'an-lah yang memberi kita informasi yang benar tentang kedua tempat ini.

Kamu mungkin pernah pergi ke daerah-daerah yang pemandangannya indah atau melihat adegan-adegan yang menegangkan dalam film. Mungkin ada tempat-tempat yang tidak ingin kalian tinggalkan. Surga tidak dapat dibandingkan keindahannya dengan tempat-tempat apa pun yang kalian sebutkan itu. Makanan yang dinikmati orang-orang beriman dalam surga jauh lebih lezat daripada makanan di dunia ini.

Allah, Pencipta segala keindahan di dunia, memberi tahu kita bahwa Dia menciptakan keindahan yang jauh lebih hebat di surga bagi orang-orang beriman yang ikhlas.
KESULITAN DI DUNIA INI MEMBUAT KITA LEBIH MEMAHAMI KEINDAHAN SURGA
Kita mengalami berbagai kesulitan di dunia ini. Kita sakit, kita mengalami patah tangan atau kaki, kita merasa sangat dingin atau panas, perut kita lapar, atau kulit kita memar, dll. Lihatlah foto orang tua kalian yang masih muda, dan pikirkanlah tentang wajah mereka sekarang. Kalian akan melihat perbedaan.

Allah khusus menciptakan kelemahan seperti itu bagi manusia di dunia ini. Tak satu pun kelemahan itu ditemukan di akhirat. Begitu kelemahan di dunia ini direnungkan, kita bisa mengenal kehebatan surga dengan baik. Memasuki surga menghapus semua penderitaan. Pikirkanlah hal-hal yang tidak kalian sukai di dunia ini... Di akhirat, semua itu tidak akan ada lagi.

Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari yang kita makan dan minum di dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua. Kalian tidak akan menemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat, yaitu orang yang tidak percaya pada Allah dan mengingkari-Nya, akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah, sehingga pantas mendapat surga, akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.

Dari Al Qur'an kita tahu bahwa hal-hal luar biasa terdapat dalam surga: kediaman yang luar biasa, taman-taman yang teduh, dan sungai yang mengalir menambah sukacita penghuni surga. Memang, apa yang telah kita gambarkan di atas belumlah cukup untuk melukiskan nikmatnya surga. Keindahan surga berada di luar khayalan kita.

Dalam Al Qur'an, Allah memberi tahu kita bahwa dalam surga, manusia akan mendapatkan lebih dari yang mereka pikirkan. Pikirkanlah sesuatu yang kamu ingin miliki atau tempat yang ingin kalian kunjungi. Dengan kehendak Allah, kalian akan mendapatkan semua itu dalam sekejap. Dalam satu ayat, Allah menyatakan bahwa:
…. Kalian akan memperoleh di dalamnya apa yang kalian minta. (QS Fussilat: 31)

Beberapa ayat dalam Al Qur'an yang menceritakan keindahan surga adalah sebagai berikut:
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka… (QS Muhammad: 15)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-'Ankabut: 58)

(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka minta. (QS Ya Sin: 55-57)

Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi'ah: 28-34)
Allah juga memberi tahu kita bahwa orang-orang yang pantas mendapatkan surga akan tinggal di dalamnya selamanya:
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-A’raaf: 42)
Pada dasarnya, seorang yang beriman akan memperoleh kesenangan karena mendapatkan ridha Allah. Mengetahui dan merasakan hal ini adalah kesenangan terbesar yang kita rasakan di dunia.
Selengkapnya...

Rahasia membaca secepat kilat, satu halaman per detik atau kurang

Unconscoius Blitz Reading, Rahasia membaca secepat kilat, satu halaman per detik atau kurang

Menggunakan pendekatan Neuro Linguistic Programming, Hypnosis, Accelerated Learning, Speed Reading, dan teknikteknik subconscious revolusioner lainnya.

Sumber: www.belajarnlp.com

Sungguh manusia yang hidup di dunia modern diberkati karena diberikan akses yang luar biasa pada tersedianya informasi di berbagai tempat. Baik yang tercetak, maupun yang online di internet maupun ebook semacam ini yang hanya bisa dibaca di komputer. Dua puluh tahun yang lalu, tidaklah demikian mudah mencari suatu informasi yang kita butuhkan, karena minimnya sumber bahan bacaan yang ada di sekitar kita.
Banjir informasi yang sedemikian hebat ini lantas juga menyisakan suatu kebutuhan baru bagi

kita untuk mampu mencerap dan mengolah informasi tersebut. Seiring dengan banjirnya informasi tersebut, ternyata waktu yang tersedia untuk membaca tetaplah 24 jam sehari bagi setiap manusia. Jadi, yang dapat kita lakukan hanyalah meningkatkan kemampuan membaca sehingga dalam waktu yang sama, mampu menyedot informasi yang jauh lebih banyak. Diperlukan cara alternatif untuk membuat kita mampu -secara sengaja- menginput informasi yang sekaligus dalam jumlah banyak ke dalam pikiran kita. Sebab cara membaca yang biasa tidaklah menjanjikan suatu kecepatan yang cukup.
Dua puluh tahun yang lalu tantangan ini di jawab dengan hadirnya ilmu yang disebut sebagai speed reading. Yakni teknik membaca cepat, dengan mengandalkan kemampuan pikiran kita mengenali frasa-frasa kata dan pola dalam kalimat. Cara ini sudah termasuk cepat, namun kekurangannya adalah, masih belum mengoptimalkan potensi otak manusia secara keseluruhan. Sebab, dalam cara speed reading, kita masih harus “membaca” huruf / kata / kalimat, sekalipun dengan kecepatan yang tinggi.
Nah, tantangannya adalah, dapatkah kita memproses bahan bacaan dengan kecepatan fantastik, misalkan dalam hitungan selembar buku kurang dari sedetik, laiknya seperti memotret atau memfotocopy suatu halaman? Jadi bukan lagi membaca, namun semacam mendownload, memfotokopi suatu dokumen ke dalam pikiran…

Jawabannya adalah : Unconscious Blitz Reading!

Download File PDF- nya di sini (931 KB)
Selengkapnya...

"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?...

"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?...
Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!..Klik disini-1 dan disini-2"

5-Di bawah ini ada 2 link :link anda (link web saya sekarang) dan link saya (link web rekan saya sekarang) . Maka ganti (alamatnya) "link anda" dengan "link url web anda" dan "link saya dengan link url web saya" (link rekan saya di hapus).
link anda
link saya
-Jadi setelah KALIMAT SAKTI ini di letakan di web anda maka: jika pengunjung meg-klik link disini-1 akan menuju link posting anda, dan jika meng-klik disini-2 akan menuju link posting saya...dan seterusnya kan terus terjadi mata rantai seperti itu...
5-Selesai, siapkan counter tracker dan pengecek link misalnya sitemeter dan technorati untuk melihat hasil banjir traffic dan linkback web anda.

Apa itu t=v1+t2...?
t : Jumlah traffic yang akan di peroleh web anda dalam suatu hari
v1 : Jumlah pengunjung web anda dalam suatu hari
v2: Jumlah pengunjung yang dimiliki v1 (pengunjung dari pengunjung web anda) dalam suatu hari.

Traffic:
Misalnya, web saya ini atau web anda dalam sehari memiliki rata-rata pengunjung 50 orang.., dan semuanya menerapkan konsep kita ini (KALIMAT SAKTI) dengan benar, dan dari 50 orang itu masing-masing memiliki 50 orang pula pengunjung dari blog-nya , maka web kita akan berpeluang di kunjungi 50 ditambah 50 x 50 orang pada hari itu = 2550 orang , dan akan berpeluang terus meningkat pula hari demi hari ,karena setiap hari selalu ada pengunjung baru di dunia internet, setiap hari juga ada blogger atau web baru di dunia internet...BUKTIKAN

Popularity:
Misalnya, web kita memiliki pengunjung 50 orang dalam suatu hari, dan semuannya menerapkan konsep ini , maka dalam hari itu web anda akan mendapatkan 100 linkback ke web anda, yaitu sebuah link pada KALIMAT SAKTI dan sebuah link pada link saya di kalikan 50. dan akan berpeluang meningkat terus hari demi hari....

Kenapa perlu di buat link link anda dan link saya pada posting...?
...hal ini untuk menjaga keabadian link kita, karena seperti kita tau link pada posting lebih kecil kemungkinannya terhapus....

Bisakah kita berbuat tidak fair atau tidak jujur menyabotase konsep ini, misalnya "menghilangkan semua link asal" lalu di isi dengan web/blog kita sendiri...? ....Bisa, dan konsep ini tidak akan menjadi maksimal untuk membuktikan Kejujuran adalah strategi/politik terbaik.....Tapi saya yakin bahwa kita semua tak ingin menjatuhkan kredibilitas diri sendiri dengan melakukan tindakan murahan seperti itu...
Selengkapnya...

"Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya"

"Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya"

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang meyulam sehelai
kain.
Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya,
apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang meyulam
sesuatu diatas sehelai kain.
Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah
adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut,

"Anakku,lanjutkanlah permainanmu,sementara ibu menyelesaikan sulaman ini,nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."
Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu sembrawut menurut pandanganku.
Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil,
"Anakku, mari ke sini, dan duduklah di pangkuan ibu."
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga
yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit,sungguh indah sekali.
Aku hampir tak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku
lihat hanyalah benang-benang ruwet.
Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang ruwet dan
kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa dia atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola,ibu hanya mengikutinya."
"Sekarang, dengan melihatnya dari atas, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan."
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya
kepada TUHAN, "apa yang Engkau lakukan?"
Ia menjawab, "Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku
membantah, "Tetapi nampaknya hidup ini ruwet,benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?
Kemudian TUHAN menjawab, "kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku
juga menyelesaikan pekerjaan-Ku di bumi ini.
Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan
kamu dipangkuan-Ku,dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku!"
SERING KALI KITA TIDAK MENGERTI APA YANG TUHAN INGINKAN DALAM HIDUP KITA.. TAPI PERCAYALAH BAHWA SEMUA YANG TELAH DIA IJINKAN TERJADI DALAM HIDUP KITA ADALAH YANG TERBAIK UNTUK KITA. DAN SEMUA YANG DIA RENCANAKAN DI DALAM HIDUP KITA SELALU TEPAT DAN INDAH PADA WAKTUNYA.
Selengkapnya...

Konsentrasi kah anda....

buat iseng2 klo lagi gak iseng...

LATIH KONSENTRASI BUAT SENEN BESOK BIAR GAK KEBAWA SUASANA LIBUR MULU....

Dibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus. Jawablah semua tanpa banyak pikir. Cuma boleh berpikir sedetik, jawab segera. OK?

Ayo cari tahu, seberapa pintar anda... .

Siap? GO!!! (gulung layar)< /B>

Pertanyaan pertama:

A nda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?




~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~




Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor dua!

Jangan ngaco lagi, ya?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua,
tapi jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi, OK ?

Pertanyaan Kedua:
Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi…?
(gulung layar)









~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~




Jawaban: Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI… Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?


Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, ' kan ?





Pertanyaan ketiga:
Hitung-hitungan yang pelik! Catatan: kerjakan di pikiran anda saja.
JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator. Cobalah.




Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 30 . !
Tambahkan 1000 lagi< U> . Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000
Sekarang tambahkan 10 . Berapa totalnya?



gulung layar.....









~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~


Apakah hasilnya 5000 ?

Jawaban yang benar adalah 4100.



Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!
Hari apes, ' kan ?
Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar...
....Mungkin.



Pertanyaan keempat:

Ayah Mary punya lima anak: 1. Nana, 2. Nene, 3. Nini,
4. Nono. Siapa nama anak kelima?








~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~

Apa anda menjawab Nunu?
BUKAN! Tentu saja bukan.
Anak kelima namanya Mary. Baca lagi pertanyaannya!



Okay, sekarang ronde bonus:

SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi...
Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?






~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~



Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu...








KIRIM TES INI UNTUK MEMBUAT FRUSTASI ORANG-ORANG PINTAR YANG ANDA KENAL!
Selengkapnya...

Kisah Penjual Tempe dan Doanya

Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.

“Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya.”

demikian dia selalu memaknai hidupnya. Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur, diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang.

Tapi, deg! dadanya gemuruh, tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas, dia membayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang untuk makan dan modal membeli kacang kembali, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. “Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe . Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibk.” Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu.

Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan dia kecewa, tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang “memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia.

Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe . Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku”.

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut.

“Keajaiban Tuhan akan datang, pasti,” yakinnya. Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, “tangan” Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia memanjatkan doa, berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. “Pasti sekarang telah jadi tempe!” batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan dan dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Kecewa, aitmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku?
Demikian batinnya berkecamuk. Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu.

Dan dia tiba-tiba merasa lapar merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan “teman-temannya” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas.

Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat.

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. “Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?” Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat.

Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. “Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe.” Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi setengah ragu, dia letakkan lagi. “jangan-jangan sekarang sudah jadi tempe …” “Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?” tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi.

“Duh Gusti… bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?” ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! “Alhamdulillah! ” pekiknya tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. “Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi? Oohh, bukan begitu bu, anak saya si Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok sampai disana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa bu?”

Sooo, ini kisah yang biasa bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan “memaksakan” Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan merasa kecewa. padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sempurna.
Selengkapnya...

Misteri Berputarnya Kembali Sang Waktu

Keajaiban yang diciptakan alam dengan jelas dan pasti memberitahu kita, bahwa pada abad ke-20 yang baru saja berlalu, secara membingungkan terjadilah sesuatu yang tak habis dimengerti yaitu waktu berputar kembali. Secara teori, bahwa waktu berputar kembali, dan kembali ke masa lalu bukan tidak memungkinkan. Menurut teori Einstein, waktu dan ruang dapat mengalami perubahan dalam kecepatan cahaya. Jadi, seandainya suatu benda terbang dengan kecepatan 300000 km/detik, maka ruang bisa di perpendek, dan waktu bisa diperlambat.

Pada awal tahun 1994 silam, sebuah pesawat sipil Italia terbang di angkasa pantai Afrika. Tiba-tiba, pesawat lenyap dari layar radar di ruang kontrol. Di saat petugas bandara di landa kecemasan, pesawat sipil itu muncul lagi di ruang udara semula, dan radar dapat melacak kembali sinyal pesawat tersebut. Terakhir, pesawat sipil ini berhasil mendarat dengan mulus di bandara wilayah Italia. Namun, awak pesawat dan 315 penumpangnya sama sekali tidak tahu bahwa mereka pernah lenyap.

Dengan perasaan bingung kapten pilot berkata :

“Pesawat kami tampak stabil setelah lepas landas dari Manila, dan tidak terjadi insiden apapun, namun, di luar dugaan petugas di ruang kontrol melaporkan kehilangan jejak pesawat, memang agak tidak normal”

Tetapi, kenyataannnya tidak dapat dibantah : ketika tiba di bandara, jam setiap penumpang terlambat 20 menit. Meskipun jarang tapi ada kejadian yang serupa.

Menurut catatan arsip, pada 1970 silam juga pernah terjadi peristiwa serupa. Kala itu, sebuah pesawat penumpang jet 727 juga tanpa sebab yang jelas hilang selama 10 menit dalam penerbangannya ke bandara Internasional Miami, AS.

10 menit kemudian, pesawat tersebut muncul lagi di tempat semula, selanjutnya, pesawat tersebut tiba dengan selamat di tempat tujuan. Seluruh penumpang di dalam pesawat tersebut tidak tahu apa yang telah terjadi, dan alasan yang akhirnya membuat mereka percaya adalah karena jam mereka masing-masing terlambat 10 menit. Atas fenomena ini, menurut para ahli satu-satunya penjelasan adalah : Dalam sesaat kehilangan itu, waktu berhenti tidak bergerak, atau dengan kata lain waktu berputar kembali.

Uang Perak Modern Masuk ke Kuil

Tepat ketika pesawat penumpang Italia mengalami bahaya di udara pada tahun yang sama, dilaporkan bahwa kembali terjadi keajaiban waktu berputar kembali 4000 tahun di Mesir:
Sekeping uang perak modern yang belum di edarkan, terpendam di dasar sebuah Kuil Dewa Matahari. Kala itu, sebuah tim arkeologi yang dibentuk oleh arkeolog Perancis, tiba di daerah aktivitas pertama manusia di tepi Sungai Nil untuk riset ilmiah. Di sana mereka menemukan sebuah Kuil Dewa Matahari, dan hingga kini sudah 4000 tahun sejarahnya. Karena tak pernah dikunjungi manusia, kuil itu sudah lama runtuh, yang tersisa hanya puing-puing reruntuhan, sehingga tampak sunyi dan rongsok. Ketika arkeolog menggali reruntuhan tersebut, di bawah sebuah tonggak batu kuno, mereka menemukan sekeping uang perak terkubur di bawah tanah.
Namun anehnya, itu bukan uang perak Mesir kuno, melainkan sekeping uang perak Amerika, yang lebih mengherankan lagi, itu bukan uang perak kuno Amerika, tapi sekeping uang perak zaman sekarang.

Namun, yang tak habis dimengerti adalah :

Itu adalah uang perak dengan nilai nominal 25 sen dollar AS yang telah di cetak dan belum diedarkan yang masih tertinggal di kas negara Amerika, yang rencananya baru akan diedarkan pada tahun 1997.

Mengapa uang perak AS zaman sekarang bisa berada di dalam kuil Mesir kuno pada 4000 tahun silam ? Para ilmuwan benar-benar bingung dibuatnya.

Laporan Sangat Rahasia NATO

Andaikata, karena perputaran waktu dan kembali ke masa lalu seperti tersebut di atas hanya kejadian yang kebetulan dan tidaklah aneh, bahkan diragukan. Namun anehnya, seorang fisikawan juga membeberkan laporan sangat rahasia dari NATO, dan fakta yang di lukiskan dalam laporan tersebut, juga mengherankan :

Pada 1982 silam, dalam suatu latihan terbang dari Eropa Timur, tiba-tiba dalam medan penglihatan seorang pilot NATO muncul ratusan ekor dinosaurus, di luar dugaan pesawat itu tiba di daratan Afrika zaman prasejarah.

Dalam suatu penerbangan, seorang pilot juga kesasar dalam Perang Jerman semasa Perang Dunia ke-2. Pilot tentara Sekutu dan pesawat tempur Jerman melihat-nya, dan hanya dalam waktu satu menit kemudian, ia kembali lagi ke realita. Apakah Waktu Bisa Berputar Kembali?Secara realitas, kecerdasan manusia masih belum cukup membendung berlalunya waktu. Secara teori, bahwa waktu berputar kembali, dan kembali ke masa lalu bukan tidak memungkinkan.

Menurut teori Einstein, waktu dan ruang dapat mengalami perubahan dalam kecepatan cahaya.
Jadi, seandainya suatu benda terbang dengan kecepatan 300 ribu km/detik, maka ruang bisa di perpendek, dan waktu bisa di perlambat.

Setelah seorang fisikawan dari California of University mengkalkulasi hal terkait menuturkan manusia perlu waktu 200 ribu tahun untuk bisa tiba di Andromeda dari bumi, sedangkan di atas kapal dengan kecepatan cahaya hanya perlu 20 tahun.

Namun, apakah hal yang indah ini benar-benar bisa terjadi ? Jawabannya pasti.
Sebab para ilmuwan sudah menemukan partikel gaib yang terdapat di alam semesta yang bahkan jauh lebih cepat dibanding dengan kecepatan cahaya, dalam penelitiannya para ilmuwan mendapati :

Ketika pesawat antariksa melewati gravitasi, gaya tarik medan gravitasi diubah menjadi tenaga pendorong, maka dalam waktu itu, pesawat antariksa bisa terbang dengan kecepatan cahaya bahkan dengan kecepatan cahaya ultra.

Para ahli dari Badan Antariksa Nasional Amerika telah membentuk teori resonansi medan waktu, teori ini dibentuk berdasarkan teori medan kesatuan Einstein dan fisikawan asal Jerman sebagai dasar teori

Intinya adalah :

Dengan bantuan elastisitas perkembangan bersama elektromagnet, gravitasi, kecepatan cahaya dan ruang, sesaat melintasi ruang antarbintang.

Sampai saat itu, waktu berputar kembali tidak lagi merupakan sebuah misteri yang ditunggu pemecahannya. Terbetik berita, bahwa apabila kecepatan melampaui kecepatan cahaya, maka waktu akan berputar kembali.

Sumber: http://alcapone-network.co.cc/?p=1031
Selengkapnya...

Warna Aura dan Artinya



Aura merupakan manifestasi fisik. Di mana jiwa setiap manusia yang memancarkan cahaya di sekeliling tubuhnya dengan warna-warni yang berubah setiap saat sesuai dengan keadaan jiwa seseorang.
Bila telah menguasai ilmu aura, Anda akan mampu untuk mengetahui bagaimanakah seorang manusia itu. Apakah dia berbohong atau tidak. Bahkan dengan ilmu ini Anda akan mampu mendeteksi kejiwaan seseorang.

Melihat aura merupakan langkah pertama memasuki dunia yang lebih luas, yaitu suatu kesadaran yang meningkat dan dapat mengatasi berbagai gangguan penyakit. Misalnya, saja salah satu organ tubuh Anda mengalami gangguan, setelah mempelajari ilmu ini Anda akan dapat mengetahuinya melalui cahaya yang nampak pada organ yang sakit. Lalu, bagaimana caranya agar kita dapat melihat aura tersebut.
Pertama, tempatkan seseorang dalam keadaan berdiri dengan jarak kurang lebih 60 cm di depan suatu latar belakang putih. Kemudian minta kepada orang tersebut agar selalu dalam keadaan santai dan bernafas dalam-dalam.
Untuk dapat melihat dengan baik, Anda harus mengambil jarak 2,5 meter dan cahaya ruangan tidak boleh terlalu terang atau terfokus langsung ke organ tersebut.
Cahaya yang paling baik digunakan adalah cahaya alami. Selanjutnya cara melihat aura, adalah pusatkan perhatian Anda ke dinding di belakang orang tersebut. Dengan melihat melalui kepala di daerah bahu.
Saat Anda menatap melampau garis bentuk tubuh, dengan sangat cepat Anda akan melihat sebuah selubung putih kabur atau perak yang mengelilingi tubuh orang itu. Aura yang terlihat dinamakan dengan aura eterik. Letaknya berdekatan dengan tubuh dan berwarna putih atau perak dengan tebal setengah centimeter.
Warna-warna Aura, yang memiliki ciri-ciri emosional tertentu.
• Ungu, tingkat pencapaian kerohanian, hubungan Illahi, mistik. Terletak pada kelenjar pituitari atau ubun-ubun.
• Nila, kebijaksanaan mendalam, bersifat seni, penguasaan diri dan selaras dengan alam. Terletak di kalenjar pineal atau dahi.
• Biru, bermental kuat, kecerdasan dan pemikir nalar.
• Biru gelap, merupakan sifat curiga. Terletak di otak.
• Hijau, keseimbangan, harmoni, penyembuhan dan mudah menyesuaikan diri.
• Hijau gelap, penuh tipuan, licik. Terletak di leher.
• Kuning, kasih sayang, baik hati, belas kasihan dan optimis.
• Kuning gelap, curiga dan tamak. Terletak di jantung.
• Orange, energi dan kesehatan tubuh, berhubungan dengan penyakit dan vitalitas fisik yang rendah.
• Orange gelap, memperlihatkan kecerdasan yang rendah. Terletak di lambung dan limpa.
• Merah, kehidupan jasmaniah, ambisi dan penuh birahi.
• Merah gelap, ganas dan penuh nafsu.
• Merah muda, kasih tanpa pamrih, kelembutan hati, sopan santun. Terletak di bawah pusar.
• Coklat, pelit, mementingkan diri sendiri dan egois.
• Abu-abu, kemurungan, energi rendah dan rasa takut.
• Hitam, jahat, culas dan bermaksud buruk.
• Putih, menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.
• Perak, energi tinggi dan sangat berguna.
• Emas, diri yang luhur dan pencapaian kerohanian yang tinggi.
Banyak orang menyangka aura hanya dapat dilihat dengan kekuatan batin tingkat tinggi, atau dengan bantuan khodam (jin dan makhluk halus). Yang lebih moden, aura dapat dilihat dengan jelas menggunakan kamera khas. Tapi tahukah anda, aura sebenarnya dapat dilihat dengan mata kasar. Tips di bawah ini akan menerangkan cara-cara bagaimana untuk melihat aura seseorang. Namun sebelum kita melangkah lebih jauh, ada baiknya kita lihat sejenak mengenai apakah dan bagaimanakah sifat aura itu. Maksudnya agar kita tidak tersalah pemahaman tentang aura.

Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :
• Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kematangan dan kepribadian seseorang.
• Aura manusia berwarna-warni sesuai dengan kepribadian dan kehidupan seseorang. Masing-masing warna aura menunjukkan keperibadian yang berbeda.
• Panjang pendeknya aura dapat dilihat dengan panca indera biasa seperti kulit atau pun dengan alat pencitra aura.
• Aura seseorang dapat mempengaruhi serta dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Ia dapat bertambah dan berkurang kerana faktor lingkungan sekitar.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pancaran aura seseorang tetap bersinar, diantaranya ialah:
• Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.
• Melakukan senam dan olahraga yang cukup dan teratur.
• Memenuhi keperluan tubuh seperti menghirup udara segar.
• Istirahat yang cukup, menghindari merokok, minum alkohol dan obat terlarang.
• Menjauhkan hati, pikiran dan kegiatan-kegiatan yang memberi unsur yang negatif.
• Menjauhi sikap hati yang kasar, mudah marah sebaliknya, perbanyak rasa kasih sayang.
Sekarang, mari kita melakukan latihan melihat aura. Sebelum melihat aura orang lain, ada beberapa urutan latihan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan
Carilah tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang pada jarak 0,5 meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan hingga terasa hangat. Rapatkan masing-masing jari tangan kanan dan kiri saling berpasangan. Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan tadi 30 cm di depan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih. Renggangkanlah perlahan-lahan kedua telapak tangan saling menjauh. Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung jari kita.

2.Melihat Aura Dengan Telapak Tangan
Tariklah nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada cara No. 1. Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang berwarna putih. Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak tangan dari tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah aura yang memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut dalam aura alam.

3.Melihat Aura Diri Sendiri
Letakkanlah cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang. Usahakanlah latar belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon. Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada di cermin. Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh, namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok. Setelah pandangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala dan bahu akan keluar cahaya aura kita. Sinar yang pertama kali terlihat, biasanya berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan warna aura kita yang sesungguhnya, melainkan dari warna aura yang sesungguhnya. Tataplah terus sampai kita melihat warna lain yang tidak berubah. Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.

4.Melihat Aura Orang Lain
Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan tembok yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan di dalam ruangan dibuat remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter di depan objek. Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek. Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh tubuh objek akan memancarkan warna aura.
Selengkapnya...

Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu

“Wahai manusia !

Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.

Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.

Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.

Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.

Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.

Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.

Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.

Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.

Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.

Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.


Sungguh.. tiada Tuhan kecuali Aku.. dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.


Wahai manusia !

Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.

Wahai manusia !

Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepadaKu dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejekiKu, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaKu. Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaKu. KebaikanKu tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaKu tiada henti.

Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagiKu. Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.

Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepadaKu. Engkau melupakan diriKu dan mengingat yang lain.

Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepadaKu engkau merasa aman-aman saja.

Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”

Ikhwan fillah, bersujudlah dan bertaubatlah kepada allah SWT serta menangislah..
betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini..
lihatlah betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini.

“Ya Allah,
kami bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu, tidak juga kami mampu akan siksa api nerakaMu, berilah hambaMu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.

Ya Allah,
dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,
anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,
umur kami berkurang setiap hari sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah
adakah jalan upaya bagi kami.

Ya Allah,
hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepadaMu,
ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan,
bila Engkau Campakkan kami,
kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dariMu”.

“Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu”. (Imam Ali bin Abu Thalib RA)
Selengkapnya...

20 Rambu Dalam Hidup Bermasyarakat

Islam sangat mendorong pemeluknya hidup bermasyarakat secara sehat. Islam mencela orang yang mengasingkan diri dari kehidupan sosial. Untuk itu, Islam memberi rambu-rambu agar seorang muslim bisa hidup berdampingan dalam masyarakatnya dengan sehat tanpa merugikan satu sama lain. Berikut ini 20 rambu tersebut.

1. Saling memberi nasihat

Saling menasihati adalah salah satu bentuk kesetiaan seorang muslim kepada saudara muslimnya yang lain. Nasihat juga adalah bukti kesempurnaan dan lengkapnya keshalihan seseorang dalam beragama.

Dari Tamim Ad-Daari r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya agama (ad-din) itu an-nashihah.” Kami bertanya, “Nasihat bagi siapakah, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi Kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, dan bagi para imam/ulama muslimin dan bagi orang-orang awam di antara kalian.” (Muslim no. 55)

Dari Jabir bin Abdullah r.a. yang berkata, aku membai’at Rasulullah saw. untuk (mau) mendengar dan menaati (Islam). Lalu beliau mengajariku, “(Lakukanlah) apa yang dapat kamu lakukan dan (hendaknya) kamu menasihati kepada setiap muslim.” (Bukhari no. 7204)

Jadi, saat turun bermasyarakat seorang muslim senantiasa menggunakan kesempatan itu untuk saling menasihati. Pertama, saling mengingatkan untuk menjaga keikhlasan hanya untuk Allah swt. semata. Kedua, saling menasihati untuk membenarkan dan menyakini bahwa Al-Qur’an itu benar dan diamalkan sebagai pedoman hidup. Ketiga, saling mengingatkan untuk mengakui kebenaran Muhammad sebagai Nabi dan Rasul-Nya, untuk taat pada setiap perintahnya, serta meneladani dan melanjutkan risalah dakwahnya.

Keempat, mengingatkan imam/ulama jika mereka menyimpang dan taat kepada mereka dalam kebenaran. Kelima, menasihati orang awam dalam bentuk membimbing mereka untuk memperoleh kemaslahatan.

2. Jauhi Perbuatan Zalim

Dalam sebuah hadits qudsi, Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. berkata bahwa Allah swt. berfirman, “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan perbuatan zalim atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman it uharam di atanramu, maka janganlah kamu saling menzalimi.” (Muslim no. 2577)

Dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Muslim (sejati) itu ialah yang dapat menyelamatkan muslim lain dari gangguan lidah dan tangannya.” (Muslim no. 41)

3. Berakhlak Mulia

Abdullah bin ‘Amr bin Ash r.a. berkata Rasulullah saw itu bukanlah seorang yang buruk perkataanya dan tidak berusaha untuk melakukan hal seperti itu. Bahkan Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya termasuk orang-orang pilihan di antaramu adalah yang paling bagus akhlaknya.” (Bukhari no. 3559 dan Muslim no. 2331)

Dari Abu Darda bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling berat timbangannya bagi mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang bagus. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang buruk tutur katanya dan jorok (cabul).” (Abu Dawud no. 4799 dan Turmudzi no. 2003)

Dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kamu dan paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya. Dan sesungguhnya yang paling aku benci di antara kamu dan paling jauh tempatnya dariku pada hari kiamat adalah orang yang banyak bicara tanpa manfaat, yang banyak bicara dibuat-buat, dan memenuhi mulutnya dengan segala macam perkataan (tak berbobot).” (Turmudzi no. 2018))

4. Saling membantu dalam kebaikan

Seorang muslim hendaknya suka membantu sesamanya. Ini perintah Rasulullah saw. seperti yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, “Muslim itu saudara(nya) muslim. Ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh menyerahkannya ke tangan musuh. Barangsiapa yang berkenan memenuhi hajat kebutuhan saudaranya, maka Allah pasti memenuhi hajatnya. Barangsiapa melepaskan suatu kesulitan muslim, maka Allah akan melepaskan darinya salah satu kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat.” (Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580)

Abu Hurairah juga meriyaratkan hadits yang mirip. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang melepaskan suatu kesusahan seroang mukmin di antara berbagai kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya salah satu di antara berbagai kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan orang yang mendapatkan kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah itu akan selalu membantu hamba jika ia mau membantu saudaranya. Dan barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan untuk menuju surga. Tidak ada suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah seraya membaca kitab Allah -Al-Qur’an-dan mereka mempelajari Al-Qur’an tersebut kecuali akan turun kepada mereka ketenangan dan mereka pun akan diliputi rahmat Allah serta mereka akan diliputi malaikan, bahkan Allah pun akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk lain di sisi-Nya. Serta, barangsiapa yang menangguhkan amal ibadahnya, maka tidak akan dipercepat keturunannya.” (Muslim no. 2699)

5. Suka berkorban dan memberi

Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan yang di atas itu ialah tangan yang memberi; sedangkan tangan yang di bawah ialah yang meminta-minta.” (Bukhari no. 1429 dan Muslim no. 1033)

Abdullah bin Umar juga mengabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda dalam khutbahnya, “Jauhilah olehmu sifat kikir. Sebab, orang-orang sebelum kamu itu hancur karena kikir. (Pemimpin mereka) memerintahkan mereka untuk kikir, lalu mereka pun kikir; ia memerintahkan untuk memutuskan hubungan (persaudaraan) lalu mereka pun memutuskan hubungan (persaudaraan); dan ia memerintahkannya untuk berbuat durhaka, mereka pun melakukan perbuatan durhaka,” (Abu Dawud no. 1698, Hakim no. 415, dan shahih al-jami’ no. 2675)

6. Mengatakan kebenaran

Seorang muslim selalu mengatakan hal yang benar. Meskipun perkataan itu akan pahit dirasakan karena mengenai dirinya sendiri atau berhadapan dengan penguasa. Abu Sa’id Al-Kudri r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. shalat bersama kami pada shalat ashar di siang hari. Lalu ia berdiri untuk berkhutbah. Tiada ia meninggalkan suatu berita tentang (dan untuk menuju) akhirat kecuali ia memberitahukannya kepada kami. Berita itu akan dihapal oleh orang yang menghapalkannya dan akan dilupakan oleh orang yang melupakannya. Dan di antara yang disabdakannya adalah, “Ingatlah, jangan sampai ada seorang pun terhalang oleh wibawa (kharisma) seseorang untuk mengatakan (dan memperjuangkan) yang hak jika ia mengetahuinya.” (Turmudzi no. 2191, Ibnu Majah no. 4007, Hakim no. 506, dan Silsilah Shahihah no. 168)

Zaid bin Abdullah bin Umar r.a. bercerita bahwa ada sejumlah orang yang berkata kepada Abdullah bin Umar, “Kita sungguh akan memasuki (menghadap) Sultan atau Amir kita. Maka kita (mesti) mengatakan kepada mereka apa yang berbeda dengan apa yang kita katakan jika kita keluar dari sisi mereka.” Lalu Abdullah bin Umar r.a. berkata, “Kami menganggap yang seperti itu di masa Rasulullah saw. sebagai kemunafikan.” (Bukhari no. 7178)

Semoga kita bisa selalu istiqomah untuk mengatakan hal yang benar kepada siapapun sehingga kita tidak tergolong orang yang memiliki sifat munafik.

7. Mengajak berbuat baik

Salah satu tujuan seorang muslim bergaul dengan masyarakat di sekitar dirinya adalah dalam rangka mengajak mereka untuk berbuat kebaikan. Dan ini adalah perintah Allah swt., “Hendaklah ada di antara kamu sekelompok orang yang mengajak kepada kebaikan dan melarang perbuatan munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imrah: 110)

Dan mengajak orang melakukan kebaikan sungguh besar pahalanya. Rasululllah saw. bersabda –seperti yang diterima dari Abu Sa’id Al-Kudri–, “Barangsiapa yang mengajak/menunjukkan kepada kebaikan, maka ia berhak mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang melakukannya.” (Muslim no. 1893)

Abu Hurairah r.a. juga meriwayatkan hadits serupa. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengajak kepada kebenaran, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tidak berkurang dari pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa sebesar dosa orang-orang yang mengikutinya, tidak berkurang dari dosa mereka sedikitpun.” (Muslim no. 2674)

8. Menjauhi perbuatan munkar

Di manapun seorang muslim berada, ia selalu punya energi untuk mencegah dirinya dan orang di sekitarnya dari melakukan perbuatan munkar. Abu Sa’id Al-Kudri mengabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemunkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak dapat, maka hendaknya ia mengubahnya dengan lidahnya; jika tidak dapat dengan itu, maka dengan hatinya, dan ini adalah keimanan yang paling rendah.” (Muslim no. 49)

Rasulullah saw. sangat melarang seorang muslim menjadi orang yang permisif dengan kemunkaran. ‘Ars bin Umairah Al-Kindi r.a. menyampaikan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika suatu kesalahan/dosa diperbuat di buka bumi, maka orang yang menyaksikannya dan membencinya lalu mengingkarinya seperti orang yang tidak ada di situ –tidak mengetahuinya– dan barangsiapa yang tidak ada di sana –tidak mengetahuinya– tetapi meridhainya, ia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Dawud no. 4345 dan Shahihul Jami’ no. 7020)

9. Sabar dan murah hati

Bergaul dengan sesama tentu membutuhkan kesiapan mental dan kestabilan emosional. Sebab, manusia beragam sifatnya. Sifat sabar dan murah hati adalah bekal yang harus disiapkan seorang muslim. Apalagi Allah swt. dalam surat Ali Imran ayat 134 menjadikan dua sifat ini sebagai ciri ketakwaan. “Bergegaslah menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang seluas langit dan bumi disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang mendermakan (hartanya) di waktu senang maupun ketika menderita, dan orang-orang yang menahan marahnya serta yang memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah itu suka kepada orang-orang yang (suka) berbuat baik.”

Bahkan Rasulullah saw. menyebut orang yang mampu menahan marah, bersabar, dan bermurah hati sebagai jagoan. Abu Hurairah merekam sabda Rasulullah saw. ini, “Orang jagoan itu bukanlah ditentukan dengan (jagoan) gulat. Justru orang jagoan itu ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” (Bukhari no. 6114 dan Muslim no. 2609). Subhanallah! Jika setiap manusia mampu mengamalkan sabda Rasulullah saw. ini tentu sengketa, perselisihan, konflik, perseteruan, perang, dan pertumpahan darah akan menjadi hal yang langka di muka bumi ini.

10. Pemaaf, toleran, dan tawadhu’

Bergaul dengan masyarakat tentu tak selamanya harmonis. Kadang ada geserkan karena sesuatu hal. Dan menyimpan dendam adalah ciri pribadi yang tidak sehat dalam bergaul dengan masyarakat. Allah swt. justru mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang pemaaf. Bahkan, membalas keburukan dengan kebaikan. “Balaslah keburukan dengan cara yang baik.” (Al-Mu’minun: 96)

Sebab, ketika kita memberi maaf, memberi toleransi, dan tawadhu, itu semua tidak membuat kita hina. Justru terlihat mulia di sisi. Abu Hurairah r.a. merekam bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada berkurang harta karena sedekah, dan tiada Allah menambah seseorang karena (mau) memaafkan kecuali kemuliaan, dan tidak ada seorang hamba pun yang tawadhu’ (merendahkan diri) karena Allah kecuali Allah akan mengangkatnya.” (Muslim no. 2588)

Dari ‘Iyadh bin Khimar r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah swt. telah mewahyukan kepadaku supaya kamu saling bertawadhu’ sehingga tidak ada seorang pun yang bertindak lalim atas yang lain dan tidak ada seorang pun yang membanggakan diri atas yang lain.” (Muslim no. 2865)

Bahkan, sifat merendah menjadi ciri ahli surga. Dan sebaliknya, kasar, tidak sabaran, congkak, dan sombong adalah ciri ahli neraka. Diterima dari Haritsah bin Wahab r.a. bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Senangkah kalian jika aku beritahukan tentang ahli surga? Ia (ahli surga itu), setiap orang yang lemah dan memandang diri (sendiri) lemah, yang jika bersumpah kepada Allah pasti dikabulkan. Dan, sukakah kalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Ia (ahli neraka itu) adalah setiap orang yang kasar, tidak sabaran, dan congkak lagi sombong.” (Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853)

11. Sopan, santun, dan ramah

Suatu ketika pernah sekelompok orang Yahudi menemui Rasulullah saw. Mereka berkata, “Al-saam ‘alaika (semoga engkau dikenai racun).” Aisyah mendengar dan mengerti maksud kata-kata itu lantas membalas, “‘Alaikum al-saam wa al-la’nah (semoga racun itu untukmu disertai kutukan).” Rasulullah saw. berkata kepada Aisyah, “Jangan begitu Aisyah. Sesungguhnya Allah menyukai sifat lemah lembut dalam segala urusan.” Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau dengar apa yang mereka katakan?” Rasulullah saw. menjawab, “Telah aku jawab, wa ‘alaikum.” (Bukhari no. 6024)

Di hadits yang sama, dalam riwayat Bukhari no. 6030 disebutkan Rasulullah saw. berkata kepada Aisyah, “Hai Aisyah, engkau mesti lemah lembut (tidak kasar), dan jauhilah olehmu sifat kasar/kejam dan keji/kotor.” Sedangkan dalam riwayat Muslim no. 2165, Rasulullah saw. berkata, “Hai Aisyah, janganlah berlaku keji/kotor.” Masih diriwayat Muslim yang lain, Rasulullah saw. berkata, “Jangan begitu, hai Aisyah. Sebab, Allah tidak menyukai perbuatan keji dan mengata-ngatai secara kotor.”

Begitulah Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita dalam berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, dengan orang yang jelas-jelas punya maksud buruk terhadap diri kita. Sebab, sifat lemah lembut dan santun tidak boleh hilang dari diri kita. Dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak ada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidak tercabut dari sesuatu barang kecuali menjadi kotor/jeleklah barang itu.” (Muslim no. 2594)

Dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan, dan Dia memberi (kepada seseorang) karena kelembutan(nya) apa yang tidak diberikan-Nya (kepada seseorang) karena kekejaman(nya) dan apa yang tidak diberikan-Nya kepada orang yang mempunyai sifat selain sifat kejam.” (Muslim no. 2593)

Karena itu, Rasulullah saw. tidak ingin seorang muslim menjadi pengutuk. Abu Hurairah r.a. menyampaikan kepada kita bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah pantas bagi shiddiq, mukmin yang bagus imannya, untuk menjadi pengutuk.” (Muslim 2597)

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Mukmin itu bukanlah pencemar nama baik orang, bukan pengutuk, dan bukan pelaku perbuatan keji, serta bukan yang buruk tutur katanya.” (Turmudzi no. 1977 dan Silsilah Shahihah no. 320)

Dari Abu Darda r.a. bahwa Rasululllah saw. bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan amal seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang bagus (mulia). Dan sesungguhnya Allah itu membenci orang yang suka melakukan perbuatan keji dan buruk tutur katanya.” (Abu Dawud no. 4799, Turmudzi no. 2002, Silsilah Shahihah no. 876, dan Shahihul Jami no. 5597)

Karena itu, Rasulullah saw. melarang seorang muslim mencela muslim yang lain. Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Mencela muslim itu perbuatan durhaka (fusuuq) dan membunuh muslim adalah suatu kekufuran.” (Bukhari no. 48 dan 6044, Muslim no. 64 dan 116)

12. Bertutur kata yang baik

Dari diri kita yang paling harus dijaga dalam bergaul dengan masyarakat adalah lidah kita. Tidak sedikit orang celaka karena tidak mampu mengontrol perkataannya.

Mu’adz bin Jabal r.a. diajarkan langsung tentang hal itu oleh Rasulullah saw. “Senangkah kamu jika aku beritahukan apa yang menguasai (mencukupi) itu semua?” Mu’adz menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. bersabda, “Tahanlah olehmu ini!” Rasulullah saw. menunjuk lidahnya. Mu’adz berkata, “Wahai Nabiyullah, apakah kita akan dituntut dengan apa yang kita ucapkan?” Rasulullah saw. menjawab, “Celakalah kamu, wahai Mu’adz, bukankah manusia dapat tersungkur ke dalam neraka hanya karena kata-kata yang keluar dari lidahnya?”

Karena itu, menjaga lidah bukan hanya selamat diri dari kemarahan orang yang mendengar, tetapi juga selamat dari siksa neraka. Sahal bin Sa’ad Al-Sa’idi r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang menjamin (memelihara) untukku apa yang ada di antara kedua kakinya dan apa yang ada di antara kedua janggutnya (lidahnya), aku menjamin baginya (masuk) surga.” (Bukhari no. 6474 dan 6807)

Uqbah bin ‘Amir r.a. berkata, “Wahai Rasulullah, di manakah tempat keselamatan itu?” Rasulullah menjawab, “Tahanlah lidahmu, rumahmu meski mencukupimu dan menangislah atas segala kesalahanmu.” (Turmudzi no. 2406 dan Silsilah Shahihah no. 890)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengucapkan kata-kata yang baik atau diam.” (Bukhari no. 5185 dan Muslim no. 47)

13. Berkhitmat kepada kaum muslimin

Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara.” (Al-Hujurat: 10). Karena dekatnya hubungan satu muslim dengan muslim yang lain sebagai saudara, jika ada yang sakit maka semua merasa sakit.

Anas bin Malik r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak sempurna iman seseorang di antaramu kecuali jika ia mencintai saudaranya sebagaimana yang ia cintai untuk dirinya.” (Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)

Dari Nu’man bin Basyir r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan saling membantu itu bagaikan satu jasad. Jika ada di antaranya yang merasa sakit, maka semua unsur jasad ikut tidak tidur dan merasa demam.” (Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)

Karena itu, tak heran jika Rasulullah saw. mengancam seorang muslim yang tidak peduli dengan saudara muslimnya. Dari Hudzaifah Bin Yaman r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan golongan mereka.” (HR At-Tabrani)

Anas bin Malik pernah menemani Jarir bin Abdullah Al-Bajali dalam sebuah perjalanan. Jarir berkhitmat kepada Anas, padahal usianya lebih tua daripada Anas. Ini membuat anak tak enak. “Jangan engkau lakukan itu,” Jarir menjawab, “Aku telah melihat orang-orang Anshar memuliakan Rasulullah saw. dan mereka melakukan sesuatu kepadanya, aku bertekad untuk tidak bertemu dengan salah seorang di antara mereka (kaum Anshar) kecuali aku memuliakannya dan berkhidmat kepadanya karena keutamaan/kemuliaan seperti itu.” (Bukhari no. 2888 dan Muslim no. 2513)

Sungguh mulia Jarir dan sungguh mulia kita jika bisa saling berkhitmat dengan sesama.

14. Suka menolong


Allah swt. berfirman, “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan; dan janganlah kamu saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.” (Al-Ma’idah: 2)

Anas bin Malik r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tolonglah saudaramu, baik ia sebagai penganiaya maupun sebagai yang teraniaya.” Ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, aku dapat menolongnya jika teraniaya. Lalu, bagaimana caranya menolong yang menganiaya?” Rasulullah saw. menjawab, “Engkau harus menghalanginya dari perbuatan zalimnya. Itulah cara meolongnya.” (Bukhari no. 2443)

Dari Abu Darda r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membela harga diri (martabat) saudaranya, maka Allah akan menolak dari wajahnya api neraka pada hari kiamat.” (Turmudzi no. 1931 dan Ahmad no. 449)

15. Memiliki sifat sayang

Dari Jarir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak menyayangi orang yang tidak menyayangi orang lain.” Dalam riwayat lain, “Barangsiapa yang tidak sayang kepada manuasi, maka ia tidak disayangi Allah.” (Bukhari no. 6013 dan Muslim no. 2319)

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Ash r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Para penyayang akan disayangi Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang ada di muka bumi, kamu pasti disayangi yang di langit.” (Abu Dawud no. 4941, Turmudzi no. 1924, Silsilah Shahihah no. 925)

Dari Anas bin Malik r.a. dan Abdullah bin Abbas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Bukanlah dari kelompok kami orang yang tidak sayang kepada yang kecil dan tidak hormat pada yang lebih besar (tua).” (Turmudzi no. 1919)

16. Punya rasa malu dan mengendalikan pandangan

Malu adalah ciri khas seorang muslim. Karena itu Rasulullah saw. membela seseorang yang punya rasa malu dari celaan orang lain. Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw. pernah melewati seseorang yang mencela saudaranya karena rasa malunya dengan mengatakan, “Kamu ini terlalu pemalu,” sehingga dikatakan, “Sungguh kamu celaka.” Maka Rasulullah saw. pun bersabda, “Biarkanlah ia, sebab malu itu bagian dari iman.” (Bukhari no. 24 dan Muslim no. 36)

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Iman itu enam puluh sekian cabang, dan malu sebagai satu cabang dari keimanan itu.” (Bukhari no. 9 dan Muslim no. 350)

Sedangkan tentang mengendalikan pandangan, Allah swt. berfirman, “Katakanlah kepada kaum mukminin: hendahnya mereka mengendalikan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada kaum mukminat, hendaknya mereka mengendalikan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (An-Nur: 31)

17. Tidak suka menjilat

Seorang muslim hendaknya menjauhi kebiasaan menjilat dan memuji secara berlebihan. Sebab, hal itu dilarang oleh Rasulullah saw. Dari Abu Musa Al’Asy’ari r.a. bahwa Rasulullah saw. penah mendengar seseorang menyanjung seseorang seya memujinya secara berlebihan, lalu beliau bersabda, “Kamu yang memutuskan punggungnya.” (Bukhari no. 2663 dan Muslim no. 3001)

Bahkan kita diajarkan Rasulullah saw. untuk menaburkan tanah ke wajah orang yang berusaha menjilat. Pernah seseorang memuji-muji Usman. Miqdad kemdian maju dan berlutut pada kedua lutut orang itu, lalu menumpahkan kerikil ke wajahnya. Usman berkata, “Apa yang kamu lakukan itu?” Miqdad menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda, ‘Jika kamu melihat orang-orang yang suka memuji-muji (menjilat), maka tumpahkanlah tanah pada wajahnnya.” (Muslim no.3002)

18. Jangan jadi beban masyarakat

‘Auf bin Malik Al-Asyja’i berkata, kami sembilan atau delapan atau bertujuh orang pernah berada di sisi Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Mengapakah kalian tidak berbai’at kepada Rasulullah?” Sebetulnya kami baru (beberapa hari) saja melakukan bai’at. Beliau bersabda lagi, “Mengapa kalian tidak membai’at Rasulullah?” Kami membentangkan tangan-tangan kami dan berkata, “Kami telah berbai’at kepada engkau, wahai Rasulullah, lalu atas dasar apa lagi kami mesti membai’atmu?” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu mesti berbai’at supaya tidak menyembah selain Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, melakukan shalat lima waktu, dan untuk mau mendengar dan mentaati.” Lalu beliau bersabda, “Janganlah kamu meminta sedikitpun kepada manusia.” Maka aku betul-betul melihat sebagian di antara mereka -sembilan atau delapan atau tujuh orang yang berbai’at itu-ketika terjatuh cemeti salah seorang di antara mereka, ternyata ia tidak meminta kepada seseorang pun untuk mengembalikan untuknya.” (Muslim no. 1043)

Begitulah ajaran Rasulullah saw. agar kita bersikap ghina ‘anin-naas (merasa cukup dari manusia) dan hanya meminta kepada Allah swt.

19. Sabar menghadapi kesulitan hidup

Adalah tabiat hidup di dunia penuh dengan kesulitan hidup: ada kesedihan, ada penyakit, dan ada penderitaan. Kesemuanya itu membutuhkan kesabaran. Sebab, segala kesulitan hidup memang diciptakan Allah swt. untuk mengingatkan akan fananya dunia ini dan menumbuhkan rasa rindu dalam hati seorang mukmin akan kampung akhirat yang kekal dan penuh kenikmatan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. dan Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada menimpa kepada mukmin, baik berupa penyakit atau kelelahan, atau berupa penyakit atau kesedihan bahkan kegundahan yang memusingkannya kecuali Allah akan menghapuskan dengan itu segala dosanya.” (Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573)

Dari Shuhaib r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh ajaib urusan orang mukmin itu, sesungguhnya segala urusannya baik baginya. Dan itu tidak ada kecuali bagi mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, dan itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ia ditimpa musibah/bencana, ia bersabar dan itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim no. 2999)

20. Punya ukuran tentang baik dan buruk

Begitu banyak peristiwa dan masalah yang timbul akibat interaksi kita dengan masyarakat. Dan bisa jadi semua itu tidak membuat nyaman hati kita. Apalagi bila menyangkut halal-haram, baik-buruk, boleh-tidak boleh, patut-tidak patut. Karena itu, kita harus punya ukuran yang menjadi standar dalam memilah semua peristiwa dan masalah yang ditimbulkan akibat interaksi kita dengan orang lain. Ukuran itu adalah syari’at.

Nu’man bin Basyir r.a. berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara yang halan dan haram itu ada hal-hal yang musytabihat yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Tetapi, barangsiapa yang menjauhi yang musytabihat, ia telah membebaskan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam musytabihat, pasti terjerumus ke dalam yang haram. Hal itu bagaikan penggembala yang menggembala di sekitar kebun dikhawatirkan gembalaannya itu masuk ke dalamnya. Ingatlah, sesungguhnya bagi setiap raja itu ada kebun larangannya, dan sesungguhnya kebun larangan Allah itu segala yang diharamkan-Nya.” (Bukhari no. 52 dan Muslim 1599)

Nawas bin Sam’an r.a. berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang kebaikan dan dosa. Rasulullah saw. menjawab, “Al-Birr (kebaikan) itu adalah akhlak yang mulia; sedangkan dosa ialah apa yang berdetik -disertai dengan keraguan-dalam dadamu dan engkau tidak suka jika orang lain mengetahuinya. (Muslim no. 2553)

Begitulah 20 rambu bagi kita dalam hidup bermasyarakat. Jika kita amalkan, kita akan menjadi orang yang diharapkan kehadirannya di tengah masyarakat. Ketika kita pergi, orang-orang di sekitar kita menangisi kepergian kita.
Selengkapnya...